Universitas Sebelas Maret (UNS) Peduli Lingkungan
[JIHAN ALYA SALSABILA] [M0719057] Penulis Mahasiswa Program Studi Statistika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
A. Latar Belakang
Berdasarkan artikel ini, masalah lingkungan adalah masalah bersama yang membutuhkan sinergi semua elemen masyarakat, termasuk didalamnya adalah civitas akademika. Sebagai kalangan akademisi, pemikiran kedepan tentang masalah lingkungan sangat dinanti oleh masyarakat karena tentunya kualitas lingkungan yang baik akan menopang kehidupan yang baik.
Menurut artikel ini, UNS merupakan green campus, kampus yang peduli lingkungan, beberapa upaya telah dilakukan. Salah satunya dengan luasnya ruang terbuka hijau (RTH) di Kawasan UNS. Danau UNS yang digunakan untuk sanitasi kampus, bulan ini telah selesai direnovasi. Adanya bus kampus sebagai upaya untuk mengurangi penggunaan kendaraan motor pribadi. Serta UNS telah menerapkan pembangunan sesuai standar Green Campus dengan pembangunan jalan menggunakan paving dan penerangan menggunakan lampu LED.
B. Tujuan Artikel Ilmiah
Artikel ini dibuat dengan tujuan menelusuri peran Universitas Sebelas Maret beserta mahasiswanya dalam kepedulian lingkungan.
C. Pembahasan
Menurut artikel ini, civitas akademika adalah potensi besar dalam membangun pengelolaan lingkungan yang integrated, comprehensive dan sustainable. Karena itu perlu dikembangkan sebuah konsep yang bisa menyatukan semua elemen dalam sebuah sistem pengelolaan lingkungan, dari sistem ini diharapkan bisa membangun kesadaran tentang pentingnya sebuah pengelolaan lingkungan hidup.
Dari agenda evaluatif berbasis riset kampus peduli lingkungan semacam ini, ada beberapa maksud, tujuan, dan manfaat yang bisa dipahami bersama. Pertama, masalah lingkungan termasuk tanggung jawab kampus. Seluruh elemen bisa ambil bagian sebagai aktor pemerhati lingkungan. Dalam hal ini, pimpinan kampus dan stakeholders universitas tidak hanya berkomitmen untuk menjadikan kampus sebagai tempat kuliah. Tapi, bagaimana semua elemen perguruan tinggi bisa menerapkan gaya hidup cinta lingkungan di kehidupan sehari-hari
Kedua, menciptakan budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan. Artinya, kampus terus didorong melakukan pengelolaan lingkungan secara sistematis dan berkesinambungan. Dalam hal ini, refleksi dari keterlibatan seluruh civitas academica yang berada dalam lingkungan kampus agar selalu memperhatikan aspek kesehatan dan lingkungan di sekitarnya.
Ketiga, mendorong adanya kebijakan manajemen kampus yang berorientasi pada pengelolaan lingkungan. Hal ini bisa dipahami dari adanya upaya penghematan air, kertas, dan listrik. Juga adanya penghijauan untuk mencapai proporsi ideal ruang terbuka hijau (RTH). Lebih dari itu, wujud bangunan/gedung didesain bukan hanya berwarna hijau, tapi lebih ramah lingkungan. Bahkan, juga terpeliharanya kebersihan dan kenyamanan lingkungan hingga terciptanya kampus tanpa rokok dan bebas polusi.
UNS sendiri ternyata telah berperan aktif dan ikut andil dalam isu peduli lingkungan. Menurut artikel ini, UNS sebagai green campus telah melakukan beberapa upaya. Salah satunya dengan luasnya ruang terbuka hijau (RTH) di Kawasan UNS. Danau UNS yang digunakan untuk sanitasi kampus, bulan ini telah selesai direnovasi. Adanya bus kampus sebagai upaya untuk mengurangi penggunaan kendaraan motor pribadi. Serta UNS telah menerapkan pembangunan sesuai standar Green Campus dengan pembangunan jalan menggunakan paving dan penerangan menggunakan lampu LED.
Selain itu, menurut artikel ini, UNS juga turut serta dalam menjalankan Instruksi Menristekdikti Nomor 1/M/ INS/2019 tentang Larangan Penggunaan Air Minum Berbahan Plastik Sekali Pakai dan/atau Kantong Plastik. Terbukti saat masa orientasi, semua mahasiswa baru dilarang membawa botol plastik dari rumah, hanya diperbolehkan membawa tumblr. Dan sampai saat inipun segala kegiatan di wilayah kampus dilarang untuk membawa botol plastik.
Kemudian, menurut artikel ini, UNS pun selain peduli lingkungan, juga peduli sosial. Baru-baru ini FMIPA UNS memberikan bantuan air bersih untuk daerah kekeringan. Selain itu juga juga ada beberapa mahasiswa UNS yang membuat karya bertemakan peduli lingkungan. Salah satu contohnya ialah Tim Semar Sukhoi dari Fakultas Teknik yang menjadikan limbah kaca sebagai bahan pembuat beton.
D. Kesimpulan.
Dari artikel ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa keberhasilan pencapaian kampus berbasis pengelolaan lingkungan yang baik dan ideal tentu saja tidak hanya ditandai dari pencapaian fisik semata. Namun, juga ada hal nonfisik yang perlu diperhatikan bersama. Hal itu bisa dipahami dari adanya kemauan untuk melakukan perubahan sikap (attitude) dan pola pikir (mindset) seluruh elemen perguruan tinggi terhadap lingkungan di sekitarnya.
Dan Universitas Sebelas Maret sebagai green campus telah membuktikan keandilannya dalam turut serta memedulikan lingkungan.
Note:
Artikel yang direview : https://uns.ac.id/id/uns-opinion/uns-green-campus-dan-semangat-peduli-lingkungan-civitas-academica-uns.html
Artikel lain mengenai lingkungan dapat diakses di : https://jurnal.uns.ac.id/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar