Title : Who Is He?
Author : annisdinda
Cast : Kim Jongin dan Lee Hyeri
Genre : Romance
Genre : Romance
Rating : PG
Kejadian
tempo hari tak bisa begitu saja aku lupakan. Aku selalu ingat bagaimana
lembutnya bibir itu menempel pada bibirku, hembusan napasnya yang menerpa
wajahku dengan lembut, mata itu, yang hitam pekat dan tajam tetapi bisa
menghantarkan getaran aneh di hatiku. Tak bisa aku pungkiri, aku terpesona
padanya. Sosok yang tidak kuketahui siapakah ia sebenarnya.
Many years later…
“Hyeri-ya,
will you marry me?” ucap lelaki itu dengan menunduk di depan Hyeri dengan
memegang kotak cincin di tangan tangannya. Hyeri membelalakkan matanya tak
percaya. “Taeil-a, actually you’ve knew what I’ll say to you to this confession.”
Hyeri menatap marah pada Taeil dan berlalu begitu saja meninggalkan pria itu
yang masih terpaku pada tempatnya. Sebenarnya Hyeri juga tak tega memperlakukan
sahabatnya kejam seperti itu. Ia tak tahu apa yang ada di pikiran Taeil
sampai-sampai ia berani melamarnya yang sama sekali tak punya perasaan pada
sahabatnya itu. Taeil adalah sahabat prianya satu-satunya. Ia adalah sahabat
yang bisa Hyeri handalkan. Ia menyimpan rahasia-rahasia Hyeri yang mungkin tak
ia ceritakan pada sahabat wanitanya. Hanya Taeil. Ia sangat kecewa dengan Taeil
yang bisa-bisanya melamar dirinya. Ia jelas-jelas tahu bahwa Hyeri tak bisa
melupakan sosok itu. Sosok yang terus menjadi bayang-bayang dalam kehidupannya.
Sosok yang telah merebut hatinya. Sosok yang hanya ia temui sekali dan langsung
mencuri fist kiss nya. Ya, itu adalah hari pertama dan terakhir dirinya bertemu
dengan pria gila itu. pria yang walaupun Hyeri tak tahu namanya, namun mampu
memenangkan hatinya. Selama ini ia hanya menunggu, menunggu dan menunggu. Berharap
pria gila itu datang lagi kepadanya dan merekapun akan bersama selamanya. Menghabiskan
waktu bersama hingga ajal menjemput. Tapi, ia mulai lelah dengan doa-doanya. Apa
salahnya hingga doa satu-satunya itu tak dikabulkan Tuhan untuknya. Rasanya di
setiap malam ketika ia memanjatkan doa-doanya, ia ingin menangis meratapi
kehidupan percintaannya. Terus ia bertanya-tanya, kenapa ia tak bisa melupakan sosok pria itu? padahal banyak
pria-pria yang menginginkannya yang bahkan lebih tampan dari pria itu. ia
sangat lelah hanya terus menunggu hal yang semu, seperti hanya bayang-bayang
yang ditunggunya.
One day…
“Ya!
Lee Hyeri!” suara cempreng itu membangunkan tidur lelap seorang Lee Hyeri. Ia marah,
tidurnya terganggu oleh orang itu. “Ya! Bisakah kau tidak berteriak-teriak
dengan suara cempreng-“ Hyeri menghentikan ucapannya setelah sadar bahwa suara
cempreng itu milik Mrs. Steph yang berdiri di samping mejanya dengan muka merah
menahan marah. “ehm..Mi..mianhae saem. Aku..aku.. tak tahu-“ ucapannya
terpotong oleh bentakan Mrs Steph. “keluar dari kelas sekarang juga!” hyeri
terbirit-birit berlari ke luar dari kelasnya. Ia berjalan menuju taman sekolah
yang terletak di paling belakang sekolahnya. Di sana ia merenung dan menepuk
pipinya pelan. Ia mengira bahwa ini mimpi. Bukankah ia yang sekarang telah
lulus dari SMA dan sudah dewasa? Lalu, kenapa ia kembali ke jaman SMA nya lagi?
Atau jangan-jangan ia yang dewasa adalah bagian dari mimpi panjangnya ketika ia
tidur di kelas Mrs. Steph tadi? Ia frustasi memikirkan kemungkinan-kemungkinan
itu. tapi keduanya terasa sangat nyata. ‘Hufftt.’ Ia menghela napas beratnya. Tiba-tiba
kursi yang didudukinya bergerak, ada orang yang mendudukinya. Ternyata… pria
gila itu! yang di dalam mimpinya atau katakanlah di waktu ia dewasa, sosok itu
adalah sosok yang ia cintai, yang hanya ia temui satu kali. Ia mengangakan
mulutnya. Pria di sampingnya itu terkekeh geli melihat wajah aneh Hyeri. Tatapan
itu.. hatinya bergetar melihatnya, ada perasaan gembira yang berlebih bisa
ditatap oleh mata hitam pekat itu. Tangan pria itu terulur dan menyentuh rahang
Hyeri berusaha menutup mulut Hyeri yang terbuka lebar. Pipinya jadi bersemu
merah. Ia mengalihkan pandangannya dari pria itu. terdengar tawa dari pria itu.
Hyeri melirik sebal ke pria itu yang masih menertawakannya dengan geli. Tiba-tiba
wajah pria itu sudah mendekat padanya dan mengecup kedua pipinya yang bersemu
merah. Hyeri membelalakkan matanya. Hal itu malah semakin menambah rona merah
di mukanya. Bahkan telinganya pun menjadi merah. ‘oh god! Betapa memalukannya
dirinya di depan pria ini’ pria itu masih mengulum senyum kecilnya dan membelai
pipi lembut Hyeri. “kau semakin cantik dengan rona merahmu itu.” katanya yang
membuat Hyeri terbang ke langit ketujuh. “ehm.. by the way, siapa namamu, pria
gila?” “Ya! Kau tak tahu nama pria tampan yang ada di depanmu ini? Hufft,
menjengkelkan.” Hyeri tersenyum geli melihat pria di sampingnya ini yang
melipat mukanya jengkel dengan mengerucutkan bibirnya. “kita baru bertemu dua
kali, you know. Kau tak pernah memperkenalkan dirimu setelah kau menciu-” ia
tak meneruskan ucapannya, merasa malu sendiri dengan kejadian tempo hari ketika
dengan tiba-tiba pria itu menciumnya. “maksudmu menciummu tempo hari itu ya
sweety? Seperti ini kan?” pria itu mencondongkan tubuhnya dan mempertemukan
bibir keduanya. Awalnya Hyeri kaget dengan kejadian yang begitu cepat ini, tapi
lama-kelamaan ia menerima ciuman itu dengan senyuman di bibirnya, ia membalas
ciuman pria itu. setelah melepas pagutan bibir mereka, pria itu mendorong Hyeri
ke dalam pelukan hangatnya dan berbisik di telinga Hyeri. ”aku Kai, sweety. Dan
aku mencintaimu. I love you Hyeri. Would you be ma girl?” tak ada jawaban dari
bibir Hyeri. Kai akan melepaskan pelukannya, tapi Hyeri mendorongnya kembali,
dan berganti memeluk Kai dengan erat. Kai melingkarkan tangannya di pinggang
ramping Hyeri dan membalas pelukan hangat yang diberikannya. “kai..” “Hmm?” “Kai..?”
“hmm..” kai menjawab dengan dengungan disertai senyum kecilnya. “yes, yes I will..”
“what will?” goda Kai dengan merenggangkan pelukannya dan menatap jahil ke arah
Hyeri. ‘hufftt, dasar pria menyebalkan.’ Maki Hyeri dalam hati. Ia mengerucutkan
bibirnya. Kai mengecup bibir kerucut Hyeri yang sangat lucu menurutnya. “what
did you talk about Hyeri? What will?” kai masih tetap pada godaannya. “huft..
OK. I’ll say it. Kai, I will be your girl. You got it?” hyeri menutupi mukanya
yang memerah dengan kedua tangannya sambil mengumpat kelakuan Kai. Kai tertawa
terbahak-bahak dengan kelakuan gadisnya ini. Setelah tawanya reda, ia melepas
tangan Hyeri yang menutupi wajahnya. Lalu mengangkat dagu Hyeri untuk menatap
matanya. “terimakasih karena mau menjadi kekasihku Hyeri. aku mencintaimu entah
sampai kapan itu” ucap Kai dengan tulus. Ia memajukan wajahnya dan mencium
kedua kelopak mata Hyeri, lalu hidungnya, kedunga pipinya dan bibirnya.
THE
END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar