Jumat, 22 April 2016

[FANFICTION] Who Is He? (Part 2)


Title                 : Who Is He?
Author             : annisdinda
Cast                 : Kim Jongin dan Lee Hyeri   
Genre               : Romance
Rating             : PG

Kejadian tempo hari tak bisa begitu saja aku lupakan. Aku selalu ingat bagaimana lembutnya bibir itu menempel pada bibirku, hembusan napasnya yang menerpa wajahku dengan lembut, mata itu, yang hitam pekat dan tajam tetapi bisa menghantarkan getaran aneh di hatiku. Tak bisa aku pungkiri, aku terpesona padanya. Sosok yang tidak kuketahui siapakah ia sebenarnya.
Many years later…
“Hyeri-ya, will you marry me?” ucap lelaki itu dengan menunduk di depan Hyeri dengan memegang kotak cincin di tangan tangannya. Hyeri membelalakkan matanya tak percaya. “Taeil-a, actually you’ve knew what I’ll say to you to this confession.” Hyeri menatap marah pada Taeil dan berlalu begitu saja meninggalkan pria itu yang masih terpaku pada tempatnya. Sebenarnya Hyeri juga tak tega memperlakukan sahabatnya kejam seperti itu. Ia tak tahu apa yang ada di pikiran Taeil sampai-sampai ia berani melamarnya yang sama sekali tak punya perasaan pada sahabatnya itu. Taeil adalah sahabat prianya satu-satunya. Ia adalah sahabat yang bisa Hyeri handalkan. Ia menyimpan rahasia-rahasia Hyeri yang mungkin tak ia ceritakan pada sahabat wanitanya. Hanya Taeil. Ia sangat kecewa dengan Taeil yang bisa-bisanya melamar dirinya. Ia jelas-jelas tahu bahwa Hyeri tak bisa melupakan sosok itu. Sosok yang terus menjadi bayang-bayang dalam kehidupannya. Sosok yang telah merebut hatinya. Sosok yang hanya ia temui sekali dan langsung mencuri fist kiss nya. Ya, itu adalah hari pertama dan terakhir dirinya bertemu dengan pria gila itu. pria yang walaupun Hyeri tak tahu namanya, namun mampu memenangkan hatinya. Selama ini ia hanya menunggu, menunggu dan menunggu. Berharap pria gila itu datang lagi kepadanya dan merekapun akan bersama selamanya. Menghabiskan waktu bersama hingga ajal menjemput. Tapi, ia mulai lelah dengan doa-doanya. Apa salahnya hingga doa satu-satunya itu tak dikabulkan Tuhan untuknya. Rasanya di setiap malam ketika ia memanjatkan doa-doanya, ia ingin menangis meratapi kehidupan percintaannya. Terus ia bertanya-tanya, kenapa ia tak  bisa melupakan sosok pria itu? padahal banyak pria-pria yang menginginkannya yang bahkan lebih tampan dari pria itu. ia sangat lelah hanya terus menunggu hal yang semu, seperti hanya bayang-bayang yang ditunggunya.
One day…
“Ya! Lee Hyeri!” suara cempreng itu membangunkan tidur lelap seorang Lee Hyeri. Ia marah, tidurnya terganggu oleh orang itu. “Ya! Bisakah kau tidak berteriak-teriak dengan suara cempreng-“ Hyeri menghentikan ucapannya setelah sadar bahwa suara cempreng itu milik Mrs. Steph yang berdiri di samping mejanya dengan muka merah menahan marah. “ehm..Mi..mianhae saem. Aku..aku.. tak tahu-“ ucapannya terpotong oleh bentakan Mrs Steph. “keluar dari kelas sekarang juga!” hyeri terbirit-birit berlari ke luar dari kelasnya. Ia berjalan menuju taman sekolah yang terletak di paling belakang sekolahnya. Di sana ia merenung dan menepuk pipinya pelan. Ia mengira bahwa ini mimpi. Bukankah ia yang sekarang telah lulus dari SMA dan sudah dewasa? Lalu, kenapa ia kembali ke jaman SMA nya lagi? Atau jangan-jangan ia yang dewasa adalah bagian dari mimpi panjangnya ketika ia tidur di kelas Mrs. Steph tadi? Ia frustasi memikirkan kemungkinan-kemungkinan itu. tapi keduanya terasa sangat nyata. ‘Hufftt.’ Ia menghela napas beratnya. Tiba-tiba kursi yang didudukinya bergerak, ada orang yang mendudukinya. Ternyata… pria gila itu! yang di dalam mimpinya atau katakanlah di waktu ia dewasa, sosok itu adalah sosok yang ia cintai, yang hanya ia temui satu kali. Ia mengangakan mulutnya. Pria di sampingnya itu terkekeh geli melihat wajah aneh Hyeri. Tatapan itu.. hatinya bergetar melihatnya, ada perasaan gembira yang berlebih bisa ditatap oleh mata hitam pekat itu. Tangan pria itu terulur dan menyentuh rahang Hyeri berusaha menutup mulut Hyeri yang terbuka lebar. Pipinya jadi bersemu merah. Ia mengalihkan pandangannya dari pria itu. terdengar tawa dari pria itu. Hyeri melirik sebal ke pria itu yang masih menertawakannya dengan geli. Tiba-tiba wajah pria itu sudah mendekat padanya dan mengecup kedua pipinya yang bersemu merah. Hyeri membelalakkan matanya. Hal itu malah semakin menambah rona merah di mukanya. Bahkan telinganya pun menjadi merah. ‘oh god! Betapa memalukannya dirinya di depan pria ini’ pria itu masih mengulum senyum kecilnya dan membelai pipi lembut Hyeri. “kau semakin cantik dengan rona merahmu itu.” katanya yang membuat Hyeri terbang ke langit ketujuh. “ehm.. by the way, siapa namamu, pria gila?” “Ya! Kau tak tahu nama pria tampan yang ada di depanmu ini? Hufft, menjengkelkan.” Hyeri tersenyum geli melihat pria di sampingnya ini yang melipat mukanya jengkel dengan mengerucutkan bibirnya. “kita baru bertemu dua kali, you know. Kau tak pernah memperkenalkan dirimu setelah kau menciu-” ia tak meneruskan ucapannya, merasa malu sendiri dengan kejadian tempo hari ketika dengan tiba-tiba pria itu menciumnya. “maksudmu menciummu tempo hari itu ya sweety? Seperti ini kan?” pria itu mencondongkan tubuhnya dan mempertemukan bibir keduanya. Awalnya Hyeri kaget dengan kejadian yang begitu cepat ini, tapi lama-kelamaan ia menerima ciuman itu dengan senyuman di bibirnya, ia membalas ciuman pria itu. setelah melepas pagutan bibir mereka, pria itu mendorong Hyeri ke dalam pelukan hangatnya dan berbisik di telinga Hyeri. ”aku Kai, sweety. Dan aku mencintaimu. I love you Hyeri. Would you be ma girl?” tak ada jawaban dari bibir Hyeri. Kai akan melepaskan pelukannya, tapi Hyeri mendorongnya kembali, dan berganti memeluk Kai dengan erat. Kai melingkarkan tangannya di pinggang ramping Hyeri dan membalas pelukan hangat yang diberikannya. “kai..” “Hmm?” “Kai..?” “hmm..” kai menjawab dengan dengungan disertai senyum kecilnya. “yes, yes I will..” “what will?” goda Kai dengan merenggangkan pelukannya dan menatap jahil ke arah Hyeri. ‘hufftt, dasar pria menyebalkan.’ Maki Hyeri dalam hati. Ia mengerucutkan bibirnya. Kai mengecup bibir kerucut Hyeri yang sangat lucu menurutnya. “what did you talk about Hyeri? What will?” kai masih tetap pada godaannya. “huft.. OK. I’ll say it. Kai, I will be your girl. You got it?” hyeri menutupi mukanya yang memerah dengan kedua tangannya sambil mengumpat kelakuan Kai. Kai tertawa terbahak-bahak dengan kelakuan gadisnya ini. Setelah tawanya reda, ia melepas tangan Hyeri yang menutupi wajahnya. Lalu mengangkat dagu Hyeri untuk menatap matanya. “terimakasih karena mau menjadi kekasihku Hyeri. aku mencintaimu entah sampai kapan itu” ucap Kai dengan tulus. Ia memajukan wajahnya dan mencium kedua kelopak mata Hyeri, lalu hidungnya, kedunga pipinya dan bibirnya.
THE END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar